Jamie Vardy: Pesepakbola yang Menginspirasi

Jamie Vardy baru-baru ini merilis buku biografinya yang berisikan perjalanan kariernya hingga sukses menapaki level bergengsi bagi pesepakbola.

Setelah memastikan Leicester City menjuarai Liga Primer Inggris, pesepakbola inspiratif Jamie Vardy, resmi merilis buku biografinya. Setelah Chelsea bermain imbang dengan skor 2-2 melawan Tottenham Hotspur. Acara nonton bareng segenap skuat berjalan meriah dan perayaan berlanjut ke sebuah restoran Italia. Vardy memang sengaja meluncurkan buku biografinya tersebut untuk melengkapi hari yang indah tersebut. prediksi bola

jamie

Pada sampul biografi Jamie Vardy tertera, pernah ditolak oleh klub masa kecilnya ketika masih remaja, yaitu Sheffield Wednesday, sang pesepakbola merasa bahwa peluangnya telah hilang. Tetapi setelah bermain sepakbola pub dan mendapat bayaran £30 tiap pekan di Stocksbridge Park Steels sambil bekerja sebagai karyawan di perusahaan tersebut, kerja keras serta performanya yang mengesankan membuat semangatnya kembali bangkit.

Tak hanya merilis buku biografi Jamie Vardy, perjalanan karier sang Bintang yang cukup dramatis kabarnya juga akan diangkat dalam film layar lebar. Salah satu kandidat pemerannya pada film tersebut adalah Lee Chapman yang diketahui sempat menemui pemain bola ini secara pribadi pada acara pesta The Foxes. Sang Aktor sendiri ternyata merupakan penggemar dari Leicester dan turut masuk ke dalam bus Claudio Ranieri serta berfoto selfie bersama idolanya. judi online sbobet

The Guardian merilis, bahwa Chapman mengatakan bahwa ia bekerja pada pukul 6.30 pagi kemudia harus berlarian keliling untuk berada di luar stadion. Ia juga mengatakan bahwa pada waktu ia seharusnya bekerja ia justru berada di stadion dan merasa sangat takjub atas fakta bahwa Leicester telah meraih juara. Ia menambahkan, dirinya lahir di Leicester, tumbuh di Leicester, dan penggemar Leicester.

Di antara ribuan pesepakbola yang bermain pada non-liga, Jamie Vardy memang merupakan contoh panutan yang terbaik dalam cita-cita pesepakbola untuk bermain pada level tertinggi kompetisi terbaik di seluruh dunia. Sang Penyerang dari Leicester City tersebut memang merupakan bukti nyata dongeng pada jagat persepakbolaan. Tentu saja semua ini tak dapat dipungkiri berkat performanya yang mempesona serta kontribusinya yang cukup krusial bagi timnya saat ini.

Sampai dengan minggu ke-11 Liga Primer Inggris sudah banyak gol yang sukses dicetak untuk Leicester City. Yang lebih spektakuler lagi dari delapan pertandingan partai terakhir, paling sedikit Vardy sukses melesakkan sebuah gol ke gawang lawannya. Penampilannya yang cukup impresif tersebut telah membuatnya bertengger menjadi pemain ketiga yang dapat menceploskan gol dari 8 pertandingan secara berturut-turut di Liga Primer. Dengan demikian Vardy berhasil menyamai rekor Ruud Van Nistelrooy ketika masih berlaga di Manchester United serta Daniel Sturridge, si Penyerang dari Liverpool. poker online

Prestasi lain yang berhasil diraihnya adalah berhasil memecahkan gol Leicester yang telah bertahan lebih dari 9 dekade oleh legenda klub Arthur Rowley serta Arthur Chandler. Kedua pemain tersebut berhasil menceploskan gol pada tujuh pertandingan secara berturut-turut. Dengan gol demi gol yang berturut-turur tersebut ke gawang lawan, Jamie Vardy sukses menduduki puncak klasemen topskor dengan perolehan 11 gol. Dua gol terakhir berhasil dicetaknya saat Leicester mengalahkan West Bromwich Albio dengan hasil n 3-2.

Victor Wanyama, pemain gelandang Southampton mengatakan bahwa Vardy adalah mimpi buruk bagi semua pemain belakang. Selama 90 menit ia tak pernah berhenti berlari dan bergerak. Ia juga tak pernah berbicara dengan pemain belakang, hanya fokus, dan menunggu momen untuk berlari. Para pemain belakang tentu saja tak suka dengan metode yang dilakukannya, karena mereka secara konstan harus terus berlari dan ini artinya adalah mengubah susunan serta skema pada lini belakang. Wanyama menambahkan, Vardy itu sangat mengganggu. Ia seperti hama. togel online sgp

Kerja keras Vardy inilah yang membuat para pemain bola lainnya menaruh hormat kepadanya. Kerja keras ini memang telah diperlihatkannya tak hanya pada sepanjang pertandingan, tetapi juga sejak di sesi latihan pada waktu ia memulai karirnya pada klub kecil non-liga, Fleedwood Town. Saat ini Vardy berusia 28 tahun, namun 3 tahun sebelumnya ia masih berlaga pada non-liga. Ia bekerja dengan keras serta konsisten pada sesi latihan dan pertandingan tanpa kenal lelah dan putus asa demi mencapai level yang lebih baik.

Upaya ini membuahkan hasil yang manis, karena di tahun 2012 (17 Mei), Leicester resmi merekrut Jamie Vardy dari Fleetwood Town. Ini adalah satu dari 3 klub non-liga yang pernah menaungi Vardy selain FC Halifax Town serta Stocksbridge Park Steels dengan harga transfer £1 juta dan menjadi rekor paling tinggi di non-liga. Ditambah bonus dan lain sebagainya, nilai transfer ini bahkan membengkak menjadi £ 1.7 juta. Klub ini merekrut Vardy karena melihat kontribusinya yang luar biasa terhadap Fleedwood Town. Pemain ini sukses mengantarkan timnya untuk pertama kali menuju Football League. Dari 36 pertandingan, 39 gol adalah sumbangan dari sang Pemain di saat itu.

Tetapi perjalanan karirnya tak selalu mulus, karena di musim pertama proses adaptasinya termasuk lambat sehingga sering mendapatkan kritik pada suporter melalui medsos. Sang Bintang kembali menerapkan rumus terbaiknya, yaitu bekerja keras untuk menampilkan performa terbaik bersama klub barunya dan di musim kedua ia berhasil meraih kesuksesan. Pada biografi Jamie Vardy juga tercantum bahwa ia sukses membawa klub tersebut pada musim keduanya ke promosi Liga Primer Inggris dengan 16 gol yang dilesatkannya. Vardy juga sukses meraih gelar sebagai Pemain Terbaik versi Pemain Leicester di musim 2013 – 2014. domino qiu qiu

Setelah itu pemain yang menginspirasi ini kembali harus beradaptasi dengan kompetisi Liga Primer yang sangat ketat. Di sini ia hanya berhasil memberikan sumbangan 5 gol bagi timnya di sepanjang musim. Meskipun demikian ia berkontribusi pada timnya dengan memastikan Leicester City masih bisa bertahan pada level teratas pertandingan terbaik di Inggris tersebut.

Pada musim ini Vardy semakin menunjukkan kepiawaiannya untuk menciptakan gol, dengan hasil 11 gol dari keseluruhan 11 pertandingan. Sang pelatih, Claudio Ranieri menyanjung Vardy, dengan prediksinya bahwa si Pemain masih bisa berkembang dengan lebih baik karena ia yakin akan kualitasnya. Ranieri menambahkan bahwa ia telah memberikan segalanya sebanyak 100% serta kecepatan 2000 mil per jam.

Sang Agen, John Morris mengungkapkan, bahwa rahasia sukses Vardy hingga saat ini adalah tak kenal takut saat berada di lapangan dan tetap terkendali pada segala situasi. Tak ada satu kondisi pun yang dapat membuatnya gentar. Tambah Morris. Sekali lagi, yang paling menojol dari dirinya di lapangan adalah kerja kerasnya. Hampir pada setiap saat Vardy berlaga membela timnya kemampuannya memaksimalkan kecepatan lari, mengendalikan dinamisasi dan kecepatan permainannya, termasuk keyakinannya untuk berduel di udara selalu menuai pujian.

Ia adalah seorang pemain yang serba bisa serta mempunyai kecepatan luar biasa sebagai pemain sayap tetapi juga memiliki kapabilitas menakjubkan sebagai pemain depan. Inilah sebabnya si Pelatih akan dapat memindahkannya dari suatu sisi ke sisi lain dalam skenario permainan yang berbeda-beda. Dari biografi Jamie Vardy, memang layak bila perjalanan kariernya dituangkan dalam sebuah film yang menginspirasi.